BRMP Sulawesi Barat Monitoring Kesiapan Bibit Kakao Program Kementerian Pertanian
MAMUJU-Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, Balai Besar Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat memiliki tugas mengawal, memantau, serta memastikan seluruh program Kementerian Pertanian di wilayah Sulawesi Barat berjalan sesuai target dan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan fungsi tersebut, BRMP Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring penyediaan bibit kakao pada Kelompok Tani Peternak Muda di Desa Salubarana, Kecamatan Sampaga. Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Direktur Wilayah BBRMP Sulawesi Barat sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pengembangan kakao yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pertanian.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan kesiapan bibit yang akan didistribusikan kepada petani penerima manfaat. Kelompok Tani Peternak Muda bekerja sama dengan CV Mario Mandiri Perkasa dalam penyediaan bibit kakao. Jumlah bibit yang disiapkan mencapai 228.000 pohon yang terdiri atas Klon 45 dan Klon 25, dua klon unggul yang memiliki potensi produktivitas tinggi dan sesuai untuk pengembangan budidaya kakao. Dalam pelaksanaan monitoring, tim BRMP Sulawesi Barat melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik bibit, kesesuaian jumlah, serta kesiapan sarana pendukung lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi BRMP dalam melakukan pembinaan, pengawalan, pengendalian, monitoring, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Kementerian Pertanian di daerah.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa kondisi bibit kakao secara umum dalam keadaan baik, sehat, dan telah siap untuk didistribusikan kepada petani penerima manfaat. Namun, proses penyaluran masih menunggu pencairan anggaran sehingga distribusi bibit dapat dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Sulawesi Barat berharap pelaksanaan program bantuan bibit kakao dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi serta kesejahteraan petani kakao di Sulawesi Barat.(MN)